F-16 for Indonesia

F-16 for Indonesia

English

F-16 Block 72

To date, 4,588 F-16s have been produced for 28 customers. The F-16 continues to evolve to stay ahead of emerging threats by incorporating combat lessons-learned and capabilities developed on Lockheed Martin's F-22 and F-35. Enter the F-16 Block 72.

The F-16 Block 72 is the latest version of the F-16 and delivers cutting-edge technology to the Indonesian Air Force (IDAF) in the most advanced F-16 configuration on the market today. The F-16 Block 70/72, the newest production versions of the F-16, combines advanced F-16 capability upgrades and structural upgrades:

  • New capabilities based on the advanced F-16 Block 70/72 configuration
  • Structural life more than 50 percent beyond that of previous production F-16 aircraft

The F-16 Block 72 configuration includes an advanced Active Electronically Scanned Array (AESA) radar, and an array of the avionics technology infusion including mission computers and display processors, a large-format 6x8 high-resolution display, an internal electronic warfare system, a high-volume, high-speed data network and incorporates a sophisticated data link, which enables the IDAF to operate in a net-centric data environment. 

Block 70/72 operational capabilities are further enhanced through an advanced datalink, targeting pod and weapons; precision GPS navigation and the Automatic Ground Collision Avoidance System (Auto GCAS).


Capabilities

The F-16 Block 72 provides advanced combat capabilities in a scalable and affordable package. The core of the F-16 Block 72 configuration is an Active Electronically Scanned Array (AESA) radar, a modern commercial off-the-shelf (COTS)-based avionics subsystem, a large-format, high-resolution display; and a high-volume, high-speed data bus. Operational capabilities are enhanced through a Link-16 Theater Data Link, Sniper Advanced Targeting Pod, advanced weapons, precision GPS navigation, and the Auto GCAS.

Advanced AESA Radar

Northrop Grumman’s advanced APG-83 AESA radar delivers greater situational awareness, flexibility and quicker all-weather targeting. The APG-83 provides pilots with unprecedented target area detail and digital map displays that can be tailored with slew and zoom features. The APG-83 provides F-16s with 5th Generation fighter radar capabilities by leveraging hardware and software commonality with F-22 and F-35 AESA radars.

Center Pedestal Display

Another key feature of the F-16 Block 72 configuration is the new Center Pedestal Display (CPD), which provides critical tactical imagery to pilots on a high-resolution 6”x 8” screen. The high-resolution display allows Pilot to take full advantage of AESA and Targeting Pod data. The new CPD enables color moving maps, larger and easier to manage air-to-air Situation Displays, zoom functionality with the ability to switch information among displays, and digital display of Flight Instrument Data. The CPD is also compatible with the Night Vision Imaging System (NVIS).

Cutting-Edge Electronic Warfare System

The aircraft incorporates an internal Advanced Integrated Defensive Electronic Warfare System (AIDEWS) Electronic Warfare (EW) System. This internal EW system is fully integrated with the other avionics subsystems and provides the pilot with robust situational awareness with the digital Radar Warning Receiver and powerful active jamming capabilities. This EW system also represent the most modern EW digital technology available, providing a secure electronic shield against anti-aircraft missiles and threats from enemy radars.

Advanced Weapons

Lockheed Martin has more than 36 years of weapon integration experience with the F-16. No other organization can match this weapons integration experience. In concert with the U.S. Air Force and multiple F-16 Foreign Military Sales customers, Lockheed Martin has certified more than 3,300 carriage and release configurations for more than 180 weapon and store types.


Sustainment

Continuous Modernization

Combined with planned service life extension program (SLEP) structural modifications, F-16 Block 70/72 capability upgrades ensure the F-16 can fly and fight to 2045 and beyond. The U.S. Air Force authorized extending the F-16’s service life to 12,000 hours, far beyond original 8,000-hour design service life.

Cost-Effective Capabilities

The F-16 continues to outperform its competitors in life-cycle cost, cost per flight hour, and fighter availability rates. The F-16’s low operating costs are 30-40 percent less than that of other 4th Generation platforms and three-four times less than larger twin-engine fighters.

Long-Term Sustainment

As a member of the global F-16 fighter community, the Indonesian Air Force (IDAF) will benefit from continuous modernization and the affordable sustainment opportunities enabled by a robust global supply chain committed to long-term sustainment solutions. With F-16s already in service today, the IDAF already has existing F-16 infrastructure, support equipment, repair capability, spares, trained pilots, and maintenance personnel.

Bahasa

F-16 Block 72

Sampai saat ini, 4.588 unit pesawat F-16 telah diproduksi untuk 28 pelanggan. F-16 terus berkembang untuk tetap terdepan dalam menghadapi ancaman dengan menggunakan pembelajaran tempur dan kemampuan yang telah dikembangkan oleh Lockheed Martin F-22 dan F-35. Hadirlah F-16 Block 72.

F-16 Block 72 adalah versi terbaru dari F-16 yang menawarkan teknologi mutakhir kepada Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) dalam konfigurasi F-16 tercanggih yang terdapat di pasaran saat ini. F-16 Block 70/72 adalah versi produksi terbaru dari F-16 yang mengkombinasikan penataran kapabilitas F-16 yang lebih maju dan terstruktur:

  • Kemampuan baru berdasarkan konfigurasi F-16 Block 70/72 yang lebih maju
  • Kekuatan umur struktur lebih dari 50 persen melebihi produksi pesawat F-16 sebelumnya

Konfigurasi F-16 Block 72 termasuk radar Active Electronically Scan Array (AESA) yang canggih, serangkaian infusi teknologi avionik termasuk komputer misi dan layar prosesor, layar resolusi tinggi dengan format besar 6x8, sistem perang elektronik internal, jaringan data bervolume dan berkecepatan tinggi, serta menggabungkan tautan data yang canggih, sehingga TNI AU dapat mengoperasikan dalam lingkungan data yang berpusat pada jaringan.

Kemampuan operasional Block 70/72 ditingkatkan lebih lanjut melalui tautan data canggih, targeting pod dan senjata; navigasi GPS yang presisi dan Automatic Ground Collision Avoidance System (Auto GCAS).

 


Kemampuan

F-16 Block 72 menyediakan kemampuan tempur yang canggih dalam paket yang terukur dan terjangkau. Inti dari konfigurasi F-16 Block 72 adalah radar Active Electronically Scan Array (AESA) yang merupakan subsistem avionik berbasis commercial off-the-shelf (COTS) yang modern, format yang besar, layar resolusi tinggi; jalur perpindahan data berkecepatan dan bervolume tinggi. Kemampuan operasional ditingkatkan melalui Link-16 Theater Data Link, Sniper Advanced Targeting Pod, senjata canggih, navigasi GPS yang presisi, dan Auto GCAS.

Radar AESA Tingkat Lanjut

Radar APG-83 AESA Northrop Grumman menawarkan kesadaran situasional yang lebih baik, fleksibel, dan penargetan cuaca yang lebih cepat. APG-83 memberikan informasi kepada pilot mengenai area target secara terinci yang belum pernah ada sebelumnya dan tampilan peta digital yang dapat disesuaikan dengan fitur perubahan kecepatan dan zoom. APG-83 memberikan F-16 kemampuan radar tempur Generasi ke-5 dengan memanfaatkan kesamaan perangkat keras dan lunak dengan radar F-22 dan F-35 AESA.

Center Pedestal Display

Fitur utama lain dari konfigurasi F-16 Block 72 adalah Center Pedestal Display (CPD) yang memberikan citra yang taktis dan kritis kepada pilot pada layar dengan resolusi tinggi 6 "x 8". Tampilan resolusi tinggi memungkinkan Pilot untuk memanfaatkan sepenuhnya data AESA dan Targeting Pod. CPD baru ini memungkinkan peta berwarna yang dapat bergerak, yang berwarna lebih besar dan mudah untuk mengelola Tampilan Situasi antar udara, fungsi zoom dengan kemampuan untuk mengalihkan informasi di antara tampilan, dan tampilan digital Data Instrumen Penerbangan. CPD juga sesuai dengan Night Vision Imaging System (NVIS).

Sistem Peperangan Elektronik Canggih

Pesawat ini dilengkapi dengan Sistem Advanced Integrated Defensive Electronic Warfare System (AIDEWS) Electronic Warfare (EW) di dalamnya. Sistem EW internal ini sepenuhnya terintegrasi dengan subsistem avionik lainnya dan memberikan kesadaran situasional yang kuat kepada pilot dengan Radar Penerima Peringatan digital dan kemampuan gangguan aktif yang kuat. Sistem EW ini juga mewakili teknologi digital EW paling modern yang tersedia, memberikan perisai elektronik yang aman terhadap rudal anti-pesawat dan ancaman dari radar musuh.

Senjata Canggih

Lockheed Martin memiliki pengalaman lebih dari 36 tahun dalam mengintegrasikan senjata dengan F-16. Tidak ada organisasi lain yang dapat menandingi pengalaman integrasi senjata ini. Bekerja sama dengan Angkatan Udara AS dan beberapa pelanggan Penjualan Militer Asing F-16, Lockheed Martin telah mensertifikasi lebih dari 3.300 gerbong dan merilist konfigurasi untuk lebih dari 180 jenis senjata dan gudang.


Keberlanjutan

Modernisasi Berkelanjutan

Dikombinasikan dengan modifikasi struktur service life extension program (SLEP), penataran kemampuan F-16 Block 70/72 memastikan F-16 dapat terbang dan bertempur hingga tahun 2045 dan seterusnya. Angkatan Udara A. resmi memperpanjang jangka waktu pemakaian F-16 menjadi 12.000 jam, jauh melampaui 8.000 jam jangka waktu pemakaian rancangan yang asli.

Kapabilitas Hemat Biaya

F-16 terus mengungguli saingannya dalam biaya siklus hidup, biaya per jam terbang, dan tingkat ketersediaan pesawat tempur. Biaya pengoperasian F-16 yang rendah sekitar 30-40 persen lebih murah dibandingkan platform Generasi ke-4 lainnya dan tiga hingga empat kali lipat lebih murah dibandingkan pesawat tempur bermesin ganda yang lebih besar lainnya.

Keberlanjutan Jangka Panjang

Sebagai anggota komunitas pesawat tempur F-16 global, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) akan mendapat keuntungan dari modernisasi yang berkesinambungan dan keberlanjutan peluang yang terjangkau karena dimungkinkan oleh rantai pasokan global yang kuat dan berkomitmen untuk solusi keberlanjutan jangka panjang. Dengan F-16 yang sudah beroperasi hari ini, TNI AU sudah memiliki infrastruktur F-16, peralatan pendukung, kemampuan perbaikan, suku cadang, pilot terlatih, dan personil pemeliharaan.